Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Kebiasaan Yang Bikin Motor Cepet Rusak

Kangandi - Mengendarai sepeda motor matic juga ada triknya yang dipisahkan mesin tidak mudah rusak dan onderdilnya tak cepat haus. Berikut Ini 6 Kesalahan yang Sering Dihadapi Pengendara Motor Matic, yaitu:

1.Asal Gas dan Rem
Menurut pakar mekanik bengkel spesialis matic, menggunakan motor matic tak boleh dilakukan sembarang gas kemudian rem sebab bisa membuat bagian lebih cepat haus. Tidak boleh kompilasi dalam keadaan gas pol atau rem tinggi, menggunakan mendadak menggunakan rem belakang. Jika hal tersebut terus dilakukan dapat dilakukan kerusakan pada bagian dalam CVT. Sewaktu kondisi digas, kampas kopling menjepit bagian rumah kopling dipindahkan berjalan, kondisi tersebut mengharuskan rumah kopling langsung menuju sebagai roda agar dapat roda dapat berputar dan kadang-kadang direm di rumah kopling juga ikut berhenti juga,

$ads={1}
Sehingga pada posisi yang cepat mengerem, rumah kopling akan segera berhenti akan dimulai sekarang dan akan lama kemudian akan menimbulkan panas. Bagian yang usisnya lebih pendek yaitu kampas kopling ganda, rumah kopling ganda dan roller peang.

2.Menarik bukaan Gas Terlalu Banyak Sewaktu Melewati Tanjakan.
Sewaktu melintasi jalan yang menanjak pastinya, kendaraan berada pada posisi yang melawan. Seharusnya buka gas menggunakan cara ynag bertahap agar diperoleh tenaga yang maksimal.

3.Menarik Gas Sambil Menarik Rem
Kondisi ini biasanya terjadi saat kompilasi berada dalam kemacetan. Pengendara motor matic mencoba menahan gas sambil melakukan penarkan tuas rem. Hal ini berhasil membuat kampas menjadi cepat habis dengan kompilasi gas ditarik.

4. Menarik Tuas Rem Belakang Pembuatan Jalanan Menurun
Seharusnya, lebih memprioritaskan penggunaan rem depan dulu saat berpindah-pindah turunan. Pemakaian rem dapat menahan daya motor dorong yang semakin besar ke depan saat semakin meningkat. Selanjutnya diikuti pemakaian rem belakang diperlukan motor tetap seimbang.

5. Tidak Teratur Ganti Oli Gardan, Busi dan Filter Udara
Kembali pada mesin oli, oli transmisi, busi dan filter udara diperlukan dikerjakan secara rutin. Pada oli transmisi ada penggantian setiap jarak tempuh dengan kelipatan 8.000 km. Pengganti agar dapat memperbaiki kompatibilitas dan memperbaiki kinerja pada komponen transmisi.

6. Tidak rutin Mengganti CVT
Salah satu cara kinerja skutik yaitu kesehatan CVT atau Continous Variable Transmission. Jika sakit maka transfer tenaga ke roda jadi lebih tidak optimal, padahal pada kondisi sehat saja potensi slip sudah besar. Efeknya selain performa yang menjadi loyo, konsumsi bensin pun lebih boros. Agar dapat menghindari hal tersebut, perawatan CVT perlu dilakukan.

Saat dilihat pada buku panduan reparasi, skutik Honda contohnya BeaT FI dianjurkaan mejalankan pemeriksaan setiap 8.000 km. Sementara di Yamaha mulai dikerjakan pemeriksaan CVT pada 7.000 km dan selanjutnya setiap 3.000 km. Filter CVT juga perlu diselesaikan dan diperbaiki, termasuk pada bahasa gaul pengontrol CVT. Demikian, artikel tentang kebiasaan yang membuat motor matic cepat rusak. Semoga informasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik
KANG ANDI
KANG ANDI Hatur nuhun....sudah bersedia mampir ke warung yang sangat sederhana ini...!!! Salam santun ka palawargi sadayana...!!!

Post a Comment for "6 Kebiasaan Yang Bikin Motor Cepet Rusak"